UMKM mitra Koperasi Jasa Mitra Sarana Perjuangan (MSP) dan anggota Asosiasi Kelompok Usaha Rakyat Indonesia (Akurindo) bakal mengenal lebih baik pasar Belgia. Hal ini setelah Koperasi MSP dan Akurindo bergabung dalam program Welcome Office Asean. Bahkan Koperasi MSP dan Akurindo akan kantor di Welcome Office Asean yang berada di kota Liege sebagai kantor reperentatif Koperasi MSP dan Akurindo di Belgia.

Belgia disasar karena negara ini dekat dengan Jerman dan Belanda dan bisa menjadi jembatan ke pasar Eropa. Apalagi neraca perdagangan Belgia surplus rata-rata sekitar US$ 20 miliar dalam 10 tahun terakhir. Belgia mencetak angka pertumbuhan ekonomi 1,34% pada tahun 2015. Pemerintah Belgia berkomitmen untuk memotong defisit anggaran di sektor publik sejalan dengan kebijakan Uni Eropa, serta menargetkan pertumbuhan sebesar 1,4% untuk tahun 2016. Perdagangan internasional secara tradisional merupakan kontributor penting terhadap pertumbuhan GDP Belgia. Lebih dari dua per tiga GDP Belgia bersumber dari perdagangan internasional, salah satu yang tertinggi di kalangan negara Uni Eropa dari segi persentase.

Sektor industri terkonsentrasi di kawasan Flanders di
utara Belgia, yang merupakan daerah padat penduduk. Belgia tidak memiliki banyak bahan mentah sehingga pasokan bahan mentah bergantung pada impor. Saat ini, ekspor utama Indonesia ke Belgia adalah alas kaki, pakaian, mebel, perekam suara, benang sintetis, ban, kopi, kayu triplek, daun tembakau, kertas, lampu, jeroan, cat sintetis, dan lainnya.

Nah, keinginan untuk memiliki kantor di Liege, Belgia didasari bahwa banyak UMKM yang berkualitas dan layak ekspor ke Eropa. Namun banyak kendala yang mengadang, utamanya adalah ketidaktahuan tentang pasar. Kondisi ini dipahami oleh Koperasi MSP dan Akurindo. Kedua lembaga ini berupaya menjadi jembatan antara UMKM dan pasar di Eropa. Caranya dengan mendirikan kantor pemasaran di Belgia. Nah, pada 30 Agustus hingga 1 September 2017, Ketua Koperasi MSP Febri Wibawa Parsa dan Ketua Umum Akurindo Izedrik Emir Moeis menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga di Belgia untuk menjembatani UMKM menjual produknya di Belgia. “Kami ingin membantu ekspor UMKM ke Eropa melalui Belgia. Berbagai produk UMKM layak untuk dipasarkan di Eropa,” kata Emir Moeis. Saat mengunjungi Wallonia Export and Investment Agency (AWEX) delegasi Koperasi MSP dan Akurindo diterima oleh Dimitri Duong selaku Manager Program Welcome Office Asean. Rombongan kemudian mengunjungi kota Liege, tempat program Welcome Office Asean.

Koperasi MSP dan Akurindo menandatangani MOU .Selain itu, Koperasi MSP dan Akurindo memutuskan bahwa memilih kantor Welcome Offoce Asean yang berada di kota Liege sebagai kantor reperentatif MSP di Belgia Kota Liege terletak di lembah Sungai Meuse, dekat perbatasan timur Belgia dengan Belanda dan Jerman, tempat Sungai Meuse bertemu dengan Ourthe. Liege merupakan bekas industri baja, tulang punggung Wallonia. Kotamadya Liège terdiri atas bekas kotamadya Angleur, Bressoux, Chênée, Glain, Grivegnée, Jupille-sur- Meuse, Rocourt, dan Wandre. Kota ini adalah pusat ekonomi dan budaya utama di Wallonia.

Dengan penduduknya sebanyak 194.054 jiwa pada 1 Mei 2009, Liège ialah kota terpadat ke-2 di Wallonia setelah Tchålerwè. Daerah metropolitannya, termasuk zona komuter luar, meliputi daerah seluas 1.879 km² dan berpenduduk total 749.110 per 1 Januari 2008. Ini termasuk sejumlah 52 kotamadya, mis. Herstal dan Seraing, dan menjadi yang ke-3 terpadat di Belgia, setelah Brussel dan Antwerpen. “Kami akan mendirikan kantor
representatif MSP dan Akurindo di Liege.

Sebab Liege berbatasan dengan wilayah Maastricht di Belanda dan Aachen di Jerman. Jadi produk UMKM akan mudah menyebar ke Eropa,” tambah Febri. Tak hanya itu. Koperasi MSP dan Akurindo juga akan membuat badan hukum bagi lembaga yang akan menjadi kantor pemasaran di Belgia. Delegasi pun menggelar pertemuan dengan Pragma International yang diwakili oleh Guillaume Blaurt, konsultan pajak. Pertemuan ini untuk mengumpulkan informasi terkait keingian membentuk badan hukum di Belgia. “Kami berencana membentuk badan hukum di Belgia sekelas CV. Rencananya Oktober tahun ini sudah terbentuk,” papar Emir. Selain itu, akan dibuka bank account sebagaialur keuangan perusahaan dan mengaktifkan e-commerce tanyaeko untuk pasar Eropa. Tak hanya itu, rombongan bertemu dengan Prof. Jean Dhont – sebagai Asean Plus University dari Gent University.

Acara yang juga dihadiri mahasiswa doktoral asal Indonesia ini untuk menggali informasi terkait hasil penelitian komoditas Indonesia di pasar Eropa. Selain itu, untuk menggali informasi terkait pengembangan produk atas komoditas biasa menjadi produk turunan. “Nanti akan dilakukan riset bersama dengan Gent Uniersity terkait pengembangan komoditi (coklat dan kayu manis) untuk dijadikan produk turunan,” tambah Emir. Selain bergabung dalam program Welcome Office Asean, delegasi juga mengunjungi galeri Indonesia Business House (IBH). Galeri ini memajang dan menjual produk lokal Indonesia di Belgia di kawasan Boom, Belgia. Koperasi MSP dan Akurindo akan melakukan kerjasama dengan Mutigo Indonesia terkait membuka showroom produk Indonesia untuk mendisplay produk lokal Indonesia terutama UKM.

Follow us: